Penyebab Produksi CoQ10 Menurun, Faktor Usia hingga Kondisi Tubuh

Monday, 21 September 2026

Tubuh memiliki kemampuan untuk memproduksi berbagai zat yang dibutuhkan untuk menunjang fungsi sel, salah satunya Coenzyme Q10 (CoQ10). Senyawa yang juga dikenal sebagai ubiquinone ini secara alami diproduksi oleh tubuh dan banyak ditemukan pada jaringan dengan kebutuhan energi tinggi, seperti jantung, hati, ginjal, dan otot.

Namun, produksi CoQ10 tidak selalu berada pada tingkat yang sama sepanjang hidup. Penyebab produksi CoQ10 menurun dapat berkaitan dengan pertambahan usia, kondisi kesehatan tertentu, hingga faktor yang memengaruhi proses pembentukan CoQ10 di dalam tubuh. Lantas, coenzyme Q10 untuk apa dan apa yang terjadi ketika produksinya menurun? Simak penjelasannya.

 

Coenzyme Q10 untuk Apa?

Sebelum membahas penyebab produksi CoQ10 menurun, penting untuk memahami CoQ10 merupakan senyawa yang berperan penting dalam proses produksi energi di dalam sel. CoQ10 berada di membran mitokondria dan berfungsi sebagai pembawa elektron dalam rantai transport elektron. Proses ini membantu sel menghasilkan energi dalam bentuk ATP yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh.

Selain berperan dalam produksi energi, fungsi coenzyme Q10 juga sebagai antioksidan. Dalam bentuk tereduksinya, yaitu ubiquinol, CoQ10 membantu melindungi membran sel dari kerusakan akibat proses oksidasi. Oleh karena itu, CoQ10 banyak terdapat pada jaringan yang membutuhkan energi tinggi.

 

Penyebab Produksi CoQ10 Menurun

Tubuh pada dasarnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan CoQ10 melalui produksi secara alami di dalam sel. Lalu, apa saja faktor yang dapat menyebabkan produksi CoQ10 menurun?

1. Pertambahan Usia

Usia merupakan salah satu penyebab produksi CoQ10 menurun yang paling banyak dibahas. Kemampuan tubuh untuk melakukan sintesis CoQ10 secara alami cenderung berkurang seiring bertambahnya usia. Penurunan ini berkaitan dengan perubahan proses metabolisme dan fungsi sel yang terjadi selama penuaan. Namun, rendahnya kadar CoQ10 tidak selalu berarti seseorang mengalami defisiensi CoQ10 secara klinis.

2. Gangguan pada Proses Pembentukan CoQ10

Produksi CoQ10 di dalam tubuh melibatkan serangkaian enzim dan proses yang berlangsung di mitokondria. Gangguan pada komponen yang terlibat dalam biosintesis tersebut dapat menyebabkan produksi CoQ10 berkurang. Kelainan genetik pada jalur biosintesis CoQ10 merupakan salah satu contoh kondisi yang dapat menyebabkan defisiensi CoQ10 primer. Kondisi ini tergolong langka. Sementara itu, penurunan CoQ10 sekunder dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan dan proses penuaan.

3. Kondisi Kesehatan Tertentu

Beberapa kondisi kesehatan dapat dikaitkan dengan rendahnya kadar CoQ10 pada jaringan atau darah. Penelitian telah menemukan hubungan antara kadar CoQ10 yang lebih rendah dengan sejumlah penyakit kronis dan gangguan fungsi mitokondria.

4. Penggunaan Obat Tertentu

Penggunaan obat tertentu juga dapat memengaruhi jalur biosintesis CoQ10. Salah satu kelompok yang banyak dibahas adalah statin, yaitu obat yang digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol. Namun, jangan menghentikan atau mengubah penggunaan obat resep tanpa berkonsultasi dengan dokter.

5. Peningkatan Kebutuhan atau Penggunaan CoQ10 oleh Tubuh

Kadar CoQ10 dalam tubuh tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah yang diproduksi. Distribusi dan penggunaan CoQ10 oleh jaringan juga dapat memengaruhi kadar yang terukur di dalam darah maupun jaringan. Aktivitas fisik yang berat, misalnya, dapat meningkatkan kebutuhan energi dan penggunaan CoQ10 pada jaringan tertentu.

 

Apa Fungsi Coenzyme Q10 bagi Tubuh?

Setelah mengetahui penyebab produksi CoQ10 menurun, penting juga memahami fungsi coenzyme Q10 secara lebih lengkap berikut ini.

1. Membantu Produksi Energi Sel

Fungsi utama CoQ10 adalah membantu proses transfer elektron di dalam rantai transport elektron pada mitokondria. Proses ini berperan dalam pembentukan energi sel atau ATP. Jaringan seperti jantung dan otot membutuhkan energi dalam jumlah besar sehingga memiliki kebutuhan terhadap fungsi mitokondria yang optimal.

2. Berperan sebagai Antioksidan

CoQ10 juga berperan sebagai antioksidan yang membantu menjaga keseimbangan oksidatif di dalam sel. Bentuk tereduksi CoQ10, yaitu ubiquinol, dapat membantu melindungi membran sel dari proses oksidasi.

3. Mendukung Fungsi Mitokondria

Karena berperan dalam rantai transport elektron, CoQ10 merupakan bagian penting dari fungsi mitokondria. Mitokondria sendiri berperan sebagai penghasil energi utama bagi sel. Ketika fungsi mitokondria terganggu, proses produksi energi sel juga dapat terdampak. Inilah salah satu alasan CoQ10 banyak diteliti dalam kaitannya dengan penuaan dan berbagai kondisi yang berhubungan dengan fungsi mitokondria.

 

Bagaimana Menjaga Kadar CoQ10 Tetap Optimal?

Tubuh secara alami mampu memproduksi CoQ10, sehingga kebutuhan sehari-hari tidak sepenuhnya bergantung pada asupan dari makanan. Meski demikian, menjaga pola hidup sehat tetap penting untuk mendukung fungsi metabolisme dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Memenuhi kebutuhan protein, sayur, buah, dan sumber lemak sehat.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur sesuai kemampuan tubuh.
  • Menjaga berat badan dalam rentang sehat.
  • Tidur cukup dan mengelola stres.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat dalam jangka panjang.

 

Sementara itu, penggunaan suplemen CoQ10 sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Bukti mengenai manfaat suplementasi CoQ10 untuk berbagai kondisi kesehatan masih terus diteliti, sehingga tidak semua orang membutuhkan suplementasi.


Artikel Lainnya: Kenali Manfaat DHA untuk Daya Ingat Dewasa dan Kesehatan Otak

 

FAQ seputar Fungsi Coenzyme Q10

1. Coenzyme Q10 untuk apa?

Coenzyme Q10 berperan terutama dalam membantu proses produksi energi di mitokondria dan memiliki fungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari proses oksidasi.

2. Apa penyebab produksi CoQ10 menurun?

Beberapa faktor yang dapat berkaitan dengan penurunan produksi atau kadar CoQ10 antara lain pertambahan usia, gangguan pada proses biosintesis, kondisi kesehatan tertentu, serta penggunaan obat tertentu seperti statin.

3. Apakah tubuh bisa memproduksi CoQ10 sendiri?

Ya. CoQ10 diproduksi secara alami oleh sel-sel tubuh melalui proses biosintesis yang melibatkan berbagai enzim. Namun, kemampuan produksi tersebut dapat menurun seiring pertambahan usia dan kondisi tertentu, tetapi kebutuhan suplementasi bergantung pada kondisi masing-masing individu. Jika ingin mengonsumsi suplemen CoQ10, terutama jika sedang menggunakan obat tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

 

Source:

National Library of Medicine. CoQ10 and Aging. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6627360/

Artikel lain

Peran Omega 3 untuk Kolesterol, Intip Cara Menurunkan Kolesterol di Sini
Read Now
Tak Hanya Konsumsi Makanan, Yuk Kenali Penyebab Sakit Jantung dan Cara Menjaga Kesehatan Jantung Agar Tetap Optimal
Read Now
Kenali Manfaat DHA untuk Daya Ingat Dewasa dan Kesehatan Otak
Read Now
Cari Suplemen Kesehatan? Ini Pentingnya Memilih Kapsul yang Mudah Ditelan
Read Now