7 Kebiasaan yang Harus Dihentikan untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Monday, 18 May 2026

Banyak orang baru mulai memperhatikan kesehatan jantung ketika gejala mulai muncul. Padahal, jauh sebelum itu, jantung sudah “berbicara” melalui kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari memberi beban berlebih pada organ vital ini.

Gaya hidup modern yang serba cepat, praktis, dan penuh tekanan sering kali membuat kita mengabaikan hal-hal sederhana seperti pola tidur, aktivitas fisik, hingga pola makan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor gaya hidup memiliki peran besar dalam meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sebuah tinjauan dalam jurnal kesehatan di Indonesia menyebutkan bahwa pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap penyakit jantung coroner. Artinya, perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan jantung.

Lalu, kebiasaan apa saja yang sebaiknya mulai dihentikan?

1. Kebiasaan Begadang

Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga berdampak pada kesehatan jantung. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi tekanan darah dan metabolisme tubuh, yang dalam jangka panjang meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.

2. Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Berlebih

Makanan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memicu penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Kurang Aktivitas Fisik

Gaya hidup sedentary atau minim gerak menjadi salah satu faktor risiko utama. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung.

4. Stres yang Tidak Terkelola

Stres kronis dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang berdampak pada tekanan darah dan kesehatan jantung. Jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat memperburuk kondisi kardiovaskular.

5. Merokok dan Paparan Asap Rokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar penyakit jantung. Zat berbahaya dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke jantung.

6. Konsumsi Gula dan Garam Berlebih

Asupan gula dan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan hipertensi. Keduanya merupakan faktor yang erat kaitannya dengan gangguan jantung.

7. Mengabaikan Pemeriksaan Kesehatan

Banyak orang merasa sehat dan mengabaikan pemeriksaan rutin. Padahal, kondisi seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala di awal.

Mengapa Gaya Hidup Berpengaruh pada Kesehatan Jantung?

Jantung bekerja tanpa henti untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ketika gaya hidup tidak sehat berlangsung terus-menerus, beban kerja jantung meningkat, dan dalam jangka panjang dapat memicu berbagai gangguan serius.

Menariknya, sebagian besar faktor risiko ini sebenarnya dapat dicegah. Dengan memperbaiki pola hidup, risiko penyakit jantung dapat ditekan secara signifikan.

Sebagai pelengkap, Anda dapat mempertimbangkan suplemen seperti Healthy Choice SUPER CoQ10, yang mengandung Coenzyme Q10 100 mg. Kandungan ini membantu memelihara kesehatan tubuh. Seiring bertambahnya usia, produksi alami CoQ10 dalam tubuh cenderung menurun, sehingga asupan tambahan dapat membantu menjaga stamina dan kesehatan secara keseluruhan.

Referensi

  1. Hanifah W, et al. (2021). Faktor Gaya Hidup dan Penyakit Jantung Koroner pada Orang Dewasa Indonesia. Penelitian Gizi dan Makanan.
  1. Halim R, et al. (2022). Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif. Journal of Nursing and Public Health.
  1. Amelia, et al. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik, Pola Makan, dan Kebiasaan Merokok dengan Hipertensi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional.

Artikel lain

Mengenal Coenzyme Q10 yang Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Read Now
Siapa yang Membutuhkan Omega 3 dan Cara Memenuhinya
Read Now
Wajib Tahu, Ini 5 Manfaat Omega 3 untuk Tubuh
Read Now